Minum obat dengan susu adalah kesalahan fatal!




Beberapa orang memiliki cerita tentang pengalaman minum obat saat anak-anak. Ada yang suka karena saat pertama kali minum obat didapatkan obat yang manis.  Ada yang bahkan trauma hingga dewasa karena setiap minum obat selalu merasakan pahitnya obat.  Orang-orang yang mendapatkan obat pahit inilah yang kadang melakukan berbagai cara jika harus minum obat.  Misalnya memasukkan obat ke dalam pisang atau buah lain,  menutup hidung saat minum obat,  hingga mencari minuman manis untuk menutupi rasa pahit obat. 


Salah satu kebiasaan masyarakat yang sering kita jumpai adalah minum obat bersama susu. Padahal hal ini sangat berbahaya karena dapat mencegah obat terserap di dalam saluran pencernaan.  Susu mengandung kalsium yang tinggi.  Kalsium sangat mudah berinteraksi dengan senyawa-senyawa tertentu untuk membentuk senyawa kompleks yang tidak larut.  Senyawa yang tidak larut sulit untuk diserap pada saluran pencernaan sehingga konsentrasinya dalam darah juga menurun.  Jika konsentrasi obat tidak sesuai dengan konsentrasi minimum untuk berefek maka tidak dapat menyembuhkan penyakit.  Oleh karena itu dalam hal ini percuma saja minum obat.
Obat-obat yang membentuk kompleks dengan susu seperti tetrasiklin, ciprofloxacin serta beberapa antibiotik lainnya.  Oleh karena jenis obat tidak dapat diketahui secara keseluruhan oleh masyarakat,  maka pilihan terbaik untuk minum obat adalah dengan menggunakan air putih.  Air putih bersifat netral untuk berbagai senyawa sehingga tidak berinteraksi dan menghambat penyerapan obat. Jika memang harus minum susu maka tunggulah 2 hingga 3 jam kemudian.

Komentar